Langsung ke konten utama

Perkembangan Gitar


PERKEMBANGAN GITAR



              Gitar adalah alat musik petik yang terbuat dari kayu dengan beberapa bagian dari logam dan metal dan memiliki enam tali atau senar untuk dimainkan. Bagian atas dan bawah dari badan gitar berbentuk angka 8. Keenam senar terikat pada pegs (pasak) atau pemutar senar ini digunakan untuk menyetel (menyetem) gitar.


  1. Perkembangan gitar didunia 
Banyak versi yang beredar mengenai tempat pertama kalinya gitar ditemukan. Beberapa ahli berpendapat alat ini berasal dari benua afrika karena disana banyak ditemukan replika modern dalam bentuk kotak bulat seperti kulit kerang dengan gut atau benang sutra. Ahli lain menemukan alat ini dalam bentuk kaca di relief-relief batu tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno.
Tak hanya itu, beberapa waktu berselang, muncul pula asumsi bahwa gitar berasal dari yunani kuno karena ditemukan di vas-vas kuno yang bercorak alat musik sejenis gitar. Lain lagi berpendapat beberapa ahli spanyol, mereka beranggapan jika gitar berasal dari negri mereka karena gitar modern (gitar yang kita kenal saat ini) mirip dengan alat musik spanyol yang bernama vihuela yang terkenal pada abad ke-16 vihuela memiliki lengkungan sepanjang sisi dalam dan lubang suaranya berbentuk oval. Vihuela terbuat dari ukiran logam.

Ini gambar dari Vihuela :



2. Perkembangan gitar diindonesia

gitar pertama masuk indonesia sekitar abad ke-17 dibawa oleh orang-orang Portugis. ketika itu, sejumlah tawanan asal portugis di malaka dimukimkan Belanda di kawasan berawa-rawa di jakarta utara, disebelah kampung Tugu. Agar tidak merasa bosan, mereka menghibur diri dengan bermain musik. Nah, alat musik yang mereka mainkan saat itu adalah gitar. jenis gitar yang mereka maikan ketika itu adalah gitar Monica (3 dawai), Gitar Rorenga (4 dawai), dan Gitar Jitera (5 Dawai). Konon, dari hasil pengenalan rakyat terhadap alat musik, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu keroncong. Dua abad kemudian, gitar dan keroncong menjadi popular dikalangan bangsawan dan kemudian menyebar keseluruh negri.

Itulah perkembangan dari gitar itu sendiri. Semoga informasi ini bermanfaat





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan dan Kekurangan Bank Syariah

Kelebihan dan Kekurangan Bank Konvensional dan Bank Syariah 1.       Kelebihan dan Kekurangan Bank Konvensional 1)       Kelebihan Bank Konvensional a.        Nasabah terbiasa dengan metode bunga dibandingkan metode bagi hasil Benar atau tidaknya kembali pada Anda, tapi begitulah kenyataannya. Tidak beragama Islam atau agama yang lain, masyarakat Indonesia lebih mengenal dan terbiasa system bunga dari pada system bagi hasil, walaupun dalam Islam sungguh diharamkan system bunga itu sendiri. Dari keterangan tersebut Nasabah lebih memilih metode bunga yang telah dikenal rakyat kita ini. b.       Bank konvensional lebih beragam Alasan kedua dari  kelebihan dan kekurangan bank konvensional  ini yaitu tentang bank konvensional lebih beragam. Kenapa kami bisa bilang begitu? Karena benar adanya bahwa di bank konvensional yang mana menerapkan system bunga ini lebih krea...

PRINSIP, ATURAN DAN TANGGUNG JAWAB ETIKA PROFESI

A.      Prinsip-prinsip Etika Profesi Akuntansi menurut AICPA, IAI, IFAC Kode Etik AICPA terdiri atas dua bagian; bagian pertama berisi prinsip-prinsip Etika dan pada bagian kedua berisi Aturan Etika (rules): 1.       Tanggung Jawab Dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang professional anggota harus menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitif. 2.       Kepentingan Publik Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak sedemikian rupa demi melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. 3.       Integritas Untuk memelihara dan memperluas keyakinan publik, anggota harus melaksanakan semua tanggung jawab profesinal dengan ras integritas tertinggi. 4.       Objektivitas dan Independensi Seorang anggota harus memelihara objektivitas dan bebas dari konflik...

Subject – Verb Agreement

Penyesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak). Subjek dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund dan infinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakan plural verb (kata kerja jamak). The subject and verb must agree in number: both must be singular, or both must be plural. Problems occur in the present tense because one must add an  -s  or  -es  at the end of the verb when the subjects or the entity performing the action is a singular third person:  he ,  she ,  it , or words for which these pronouns could substitute Subjek dan kata kerja harus setuju jumlahnya: keduanya harus tunggal, atau keduanya harus jamak. Masalah terjadi dalam waktu sekarang karena salah satu harus menambahkan -s...